
Sudah lebih dari 12 bulan, Covid 19 menjadi tamu di Indonesia. Hampir semua tatanan hidup di dunia harus dimodifikasi ulang. Apalagi para pebisnis. Mereka harus putar otak mempelajari perilaku konsumen produk Corona.
Karena Covid 19, di malam minggu tidak banyak muda-mudi tumpah di restoran-restoran untuk memesan aneka minuman dan makanan kesukaan
Karena Covid 19, banyak rumah makan yang menutup tokonya lebih awal
Karena Covid 19, pengunjung tempat ibadah harus diminimalisir, beberapa wisata menanggung krisis, bahkan hewan-hewan di kebun binatang terancam mati karena harus berpuasa berhari-hari.
Untung manusia memiliki kemampuan survive di saat paling sulit sekalipun. Apalagi di Indonesia, di mana selalu bisa survive agar tidak mati karena kelaparan di esok hari.
Penguasa-penguasa tak berputus asa. Rakyat-rakyat pun berusaha berdirì. Banyak pengusaha harus meditasi mempelajari perilaku konsumen di era pandemi agar tidak terlalu rugi.
Pentingnya Mempelajari Perilaku Konsumen
- Memprediksi Tren di Pasar
Kalau pas malam tahun baru, banyak yang menjual terompet, kalender, buku jurnal, dan panggung-panggung hiburan. Kalau pas menjelang hari raya, banyak yang bermain petasan, bermain bedug, dan sibuk memilih pakaian baru di toko.
Consumer behavior menjadi alat untuk menolong perusahaan dalam meramal tren masa depan. Sehingga, marketing team bisa menyiapkan semua hal, dari ancaman hingga peluang yang akan datang.
- Menyusun Strategi Yang Cocok
Agar bisa membidik tepat sasaran, maka pemanah harus memiliki skill dalam memainkan busurnya. Perusahaan pun seperti itu. Mereka akan mendalami consumer behavior agar produk mereka mengenai jantung lawan.
Selain itu, perusahaan bisa menemukan strategi andalan dalam memperbanyak pemesanan. Agar kualitas produk dan kemajuan usaha Anda akan mengalami pasang naik.
- Memahami Resiko Dalam Bisnis
Dengan mengetahui consumer behavior produk Anda, maka perusahaan sudah mulai berjaga-jaga dan menyiapkan strategi lainnya ketika terjadi sesuatu.
- Agar Bisa Mengumpulkan Feedback
Feedback bisa terkumpul dari wawancara dengan konsumen secara pribadi, survei online, atau membagi free sample produk dengan kuesioner.
Dengan terkumpulnya feedback, diharapkan kualitas produk meningkat, varian rasa bertambah serta pelayanan prima dan ramah.
- Bisa Memilih Sumber Daya Yang Tepat
Kalau kita sudah memahami tingkah konsumen, maka dengan mudah kita bisa memilih sumber daya yang tepat untuk produk kita.
Misal, tingkah konsumen kita cenderung membeli produk kita di jam 5 sore sampai 11 malam. Berarti, di jam 8 pagi sampai 5 sore bisa Anda gunakan untuk istirahat dan menyiapkan barang dagangan
- Membuat Konsumen Lebih Setia
Walau konsumen Anda tidak senang memborong, tapi mereka sering sekali membeli produk Anda. Mereka ingin selalu repeat order ketika membutuhkannya.
- Meningkatkan Daya Beli
Jika Anda mengetahui daerah mana saja yang paling banyak peminat dari produk Anda, maka Anda bisa memperbanyak cabang atau agen di daerah tersebut.
Ya, karena mereka sering terkendala dengan jarak toko yang jauh dari pemukiman.
Itu tu, 7 alasan penting agar consumer behavior tidak boleh diabaikan. Lalu? Apakah Covid 19 sudah mengubah semua perilaku konsumen?
Oh, tentu saja! Jangan malas baca alasannya berikut ya!
Consumer Behavior di Era Pandemi
- Kegiatan tatap muka secara langsung dialihkan dengan cara daring
- Berkurangnya backpacker rombongan, mereka merasa aman ketika melakukan traveling sendiri.
- Before pandemi, belanja online hanya sebatas barang-barang fashion, elektronik, interior dan lain. Selama pandemi, bahkan membeli bumbu dapur pun banyak yang online
- Tadinya sih buat seneng-seneng aja niat pesan makanan secara online. Kalau sekarang? Apa-apa kalau bisa daring deh
- Paket data dan jaringan internet tanpa kabel menjadi kebutuhan yang perlu diprioritaskan setelah kebutuhan pokok
Bahkan menurut Staf Ahli Menteri Hubungan Antar Lembaga Kemenkop UMKM, Bapak Luhur Pradjarto mengungkapkan bahwa terdapat 42% UMKM di Indonesia beralih menjadi penjual home care product, produk kesehatan dan makanan. Itu kata beliau di event “Talkshow Inovasi Warung Makan Menghadapi Pandemi.”
Lalu, bagaimana caranya agar kita bisa mempelajari perilaku konsumen dengan baik dan bijaksana?
Bagaimana Mempelajari Perilaku Konsumen
- Mereka membeli produk yang menyelesaikan masalah mereka.
Ketika konsumen bermasalah dengan obesitas, maka mereka akan tertarik dengan obat penurun berat badan.
Atau ketika mereka memiliki masalah badan tetap kerempeng walau sudah banyak makan, berarti mereka berpeluang untuk membeli nutrisi penggemuk badan.
- Perhatikan Faktor Budaya
Mereka membeli produk yang menyelesaikan masalah mereka
Sebagai masyarakat yang memegang teguh ajaran budaya, maka hal ini harus jadi perhatian Anda.
Contoh nih, masyarakat Aceh kebanyakan memakai baju panjang dibanding masyarakat ibu kota. Oleh karena itu, ketika Anda ingin menjual sandang di Aceh, berarti jangan jauh-jauh dari busana muslim-muslimah
- Pengaruh Faktor Sosial
Bisa berupa status sosial dari konsumen, keluarga atau kelompok acuan.
Ketika Anda mempunyai jasa transportasi berupa taxi. Maka, target Anda berarti masyarakat perkotaan. Bukan masyarakat desa, kecuali desa tersebut sudah jadi langganan bule-bule lokal atau internasional
- Pengaruh Faktor Pribadi
Bisa berupa usia pembeli, pekerjaan, kepribadian, hingga gaya hidup.
Konsumen yang bekerja sebagai guru akan sering membeli alat tulis dibanding paku, semen, atau bahan bangunan lainnya.
- Pengaruh Psikologis
Hal ini bisa berupa motivasi, persepsi, pengetahuan dan keyakinan atau sikap.
Contohnya perilaku konsumen saat pandemi. Karena mereka merasa terancam untuk keluar rumah, maka mereka lebih merasa nyaman beli lewat e-commerce.
Sebagai studi kasus kecil-kecilan adalah jika usaha Anda memproduksi pakaian bayi, berarti Anda bisa jawab pertanyaan ini dalam rangka mempelajari perilaku konsumen.
Pertanyaan Untuk Mempelajari Perilaku Konsumen Dalam Waktu Singkat
- Sejauh apa Anda mengenal produk yang Anda tawarkan serta apa manfaatnya?
- Berapa harga yang ditawarkan?
- Siapa yang akan mengkonsumsi produk Anda?
- Jenis Kelamin
- Umur
- Pekerjaan
- Total pendapatan dalam 1 bulan
- Status (Sudah menikah atau belum)
- Di mana cabuy (calon buyer) tersebut bisa ditemukan?
- Bagaimana Anda bisa menjangkau semua orang dengan tipe di atas?
Nah, untuk mempelajari perilaku konsumen lebih lengkap, Anda harus memiliki kemampuan berpikir kritis. Skill ini akan membuat Anda sangat rinci dan akhirnya mendapatkan banyak target dan insight.
Gimana? Apa produk Anda sudah punya fans sendiri?